Tanyakan sekarang

Andrea Myles dari Sydney, Australia

CEO dari China Australia Millennial Project

Jika Anda ingin menjadi seorang pengusaha, Anda harus merasa nyaman karena disalahpahami dalam waktu yang sangat lama. Ini adalah maraton bukan lari jarak pendek.

Perjalanan seorang pelajar ke Tiongkok mengilhami hubungan lintas budaya

Pada usia 23 tahun, Andrea Myles berangkat untuk melakukan perjalanan di Tiongkok selama tiga bulan. Sedikit yang dia tahu bahwa itu akan memicu hubungan yang dalam dan abadi ke negara ini.

"Saya pikir saya hanya akan melakukan satu perjalanan ke luar negeri sepanjang hidup saya, jadi sebaiknya saya menikmatinya dengan baik," katanya.

Lima belas tahun kemudian, Andrea telah menghabiskan lima tahun tinggal di Tiongkok, memimpin Australian China Business Council dan memegang gelar dua bahasa Pascasarjana S2 dalam bisnis dan budaya Tiongkok serta menjalankan program pertunangan Tiongkok yang sukses di sekolah menengah Australia.

Dia sekarang adalah CEO dari China Australia Millennial Project (CAMP) yang didirikannya tiga tahun yang lalu. Proyek ini merupakan inkubator yang mempertemukan para pemimpin baru berusia 18-35 tahun dari kedua negara untuk berkolaborasi dalam memecahkan masalah global. Dia terpilih sebagai salah satu dari 100 wanita yang paling berpengaruh di Australia pada tahun 2014 dan memenangkan UTS alumni award pada tahun 2015.

Setiap tahunnya, 130 orang muda menghadiri pertemuan puncak lima hari di Beijing yang dilanjutkan dengan program online 90 hari yang meliputi inovasi, kepemimpinan dan keterampilan kewirausahaan. Semuanya dipaketkan dengan pertemuan puncak lima hari di Sydney di mana tim mengajukan proyek potensial ke panel investor, pemimpin bisnis dan pejabat pemerintahan.

Andrea melakukan perjalanan pertamanya ke Tiongkok setelah dia menyelesaikan gelar ilmu saraf dan butuh waktu untuk memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dia belum pernah bepergian ke luar negeri sebelumnya dan orang tua maupun anggota keluarga lainnya juga belum pernah bepergian ke luar negeri.

Dipertengahan dari perjalanannya, dia memutuskan agar karirnya dapat melibatkan perjalanan. Sehingga waktu di warnet, dia melamar untuk Pascasarjana S2 dalam Studi Internasional di UTS jurusan Mandarin.

Untuk bagian dari programnya dia menghabiskan satu tahun di Kunming, ibukota modern provinsi Yunnan di selatan dan mulai belajar bahasa Mandarin.

Kembali ke Australia, Andrea merasa frustrasi saat mengetahui calon perusahaannya tidak dapat melihat potensi atau kebutuhan dari kemampuannya. Lalu dia mendaftarkan diri lagi dalam gelar Pascasarjana S2 untuk mengasah ketrampilan bisnisnya.

Setelah lulus dan masih berjuang untuk menemukan pekerjaan yang dapat menggunakan keahliannya dari Tiongkok, dia mendirikan CAMP dengan empat wanita lainnya. “Saya merasa bahwa kami sedang menggulirkan bola untuk generasi berikutnya,” katanya.

Saran Andrea kepada calon pengusaha adalah: “Jika Anda ingin menjadi seorang pengusaha, Anda harus merasa nyaman karena disalahpahami dalam waktu yang sangat lama. Ini adalah maraton bukan lari jarak pendek.”

Siap membuat jejak Anda?