Tanyakan sekarang

Aryabimo Harfiandi dari Jakarta, Indonesia

Entertainment and Media Portfolio Manager di Axiata

Anda masih muda - jadilah pemberani. Jika Anda tidak gagal, maka Anda gagal untuk belajar.

Berprestasi tinggi menaiki alunan digital di telco Indonesia

Dalam karirnya yang mencakup satu dekade, Aryabimo (Bimo) Harfiandi telah melalui gelombang transformasi digital di Indonesia. Dia menciptakan produk yang telah menyentuh jutaan hidup manusia.

Bimo mengelola portofolio hiburan dan media untuk XL Axiata yang berbasis di Jakarta, anak perusahaan dari grup Axiata Malaysia, salah satu konglomerat telekomunikasi terbesar di Asia.

Sementara di Jakarta setelah lulus dari UTS dengan gelar Sarjana S1 Sains dan Teknologi Informasi, dia mulai membangun jaringan untuk perusahaan. Dia beralih ke perangkat lunak dan kemudian mulai berfokus untuk menciptakan peluang bisnis baru dalam layanan digital.

“Melalui pemasaran dan pengembangan bisnis, Anda benar-benar terhubung ke lebih banyak dengan masyarakat dan bukan hanya menjadi orang teknis yang duduk di belakang,” katanya.

Melihat ke belakang sekarang, dia lulus dari universitas di Australia pada masa kritis dalam sejarah teknologi - 2007 - tahun Apple meluncurkan iPhone dan mobile yang diluncurkan di seluruh dunia.

Dia awalnya bekerja untuk Lintasarta sebuah anak perusahaan telco terbesar kedua di Indonesia, Indosat – di mana dia memiliki seorang bos yang juga membimbingnya – sebelum diminta untuk bergabung dengan XL Axiata yang dimiliki oleh kelompok Axiata Malaysia.

Dia turut menciptakan berbagai produk digital – termasuk meluncurkan layanan media streaming dengan salah satu rumah produksi terbesar di Indonesia. Layanan ini memperoleh lebih dari satu juta pelanggan aktif dalam waktu kurang dari setahun.

Dia mengembangkan model bisnis baru untuk industri musik komersial Indonesia, menciptakan basis 10 juta pelanggan dalam sebuah kolaborasi dengan para seniman terkemuka. Dan pada tahun 2015, dia mendirikan sebuah ekosistem dengan 1.300 pengembang Internet of Things sebagai bagian dari proyek Smartcity pemerintah.

Bimo mengatakan waktunya di UTS memainkan peran penting dalam kesuksesan karirnya di kemudian hari. Pekerjaan pertamanya selaras dengan jurusan jaringan IT, sehingga mencari pekerjaan menjadi mudah.

Dan kemampuan yang dia kembangkan – komunikasi, kolaborasi, dan bagaimana menyajikan ide dan konsep – sangat penting.

"Hal yang sangat membantu saya adalah cara Anda berkomunikasi dengan orang lain. Ini memungkinkan Anda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja Anda dengan mudah," katanya. "Dari pengalaman saya, sangat penting untuk percaya diri saat berbicara dengan orang lain."

Dan bergabung secara terbuka dengan para mahasiwa lainnya telah membantu dalam meningkatkan pemahamannya terhadap orang lain serta pengetahuan dunia.

Dalam lima tahun ke depan, dia mungkin akan memulai bisnis baru. Dia ingin tetap berada di garis depan layanan digital – melihat peluang untuk inovasi yang lebih gesit dengan tim yang lebih kecil.

“Masalahnya,” dia tertawa, “saya bukan tipe orang yang suka berada didalam zona nyaman.”

Siap membuat jejak Anda?