Tanyakan sekarang

Asyia Syafaati dari Jakarta, Indonesia

Manajer pelaporan keuangan di Zurich Australia.

Bersikaplah positif. Jika kesempatan itu datang, ambil tantangannya dan lakukan yang terbaik yang Anda bisa. Serta percayalah bahwa jika memang Anda terpanggil untuk melakukannya, tentu saja Anda bisa berhasil.

Bencana di rumah memperkuat tekad dia untuk berhasil

Ketika Asyia Syafaati mengingat kembali tsunami tahun 2004 yang menewaskan lebih dari 280.000 orang di seluruh Asia Tenggara, air mata mengalir di matanya.

Pada saat itu, Asyia baru saja menyelesaikan program UTS Foundation Studies di UTS Insearch. Dia bersiap untuk memulai gelar Sarjana S1-nya di UTS dalam bidang Akuntansi dan Keuangan. Tetapi tsunami menghancurkan salah satu klien terbesar ayahnya di Aceh. Ayahnya tidak bisa lagi membayar biaya kuliahnya sebagai mahasiswa internasional dan tunjangan hidupnya.

"Saya tidak ingin pulang karena saya sudah mapan di sini di Australia," katanya. "Saya benar-benar ingin menyelesaikan gelar Sarjana S1-ku, jadi apa yang saya lakukan untuk tinggal di sini adalah mendapatkan pekerjaan paruh waktu di Coles (supermarket) untuk tiga setengah tahun ke depan."

Asyia awalnya berhenti sejenak dari studinya dalam mencari pekerjaan untuk membiayai dirinya sendiri. Dia juga mengajukan untuk pertimbangan khusus dari UTS untuk menunda pembayaran kuliahnya dan akan membayarnya kembali dengan cara mencicil. Pada saat yang sama dia juga harus mendapatkan perpanjangan khusus untuk visa pelajarnya dari pemerintah Australia. Dia melanjutkan studinya di tahun 2006.

Sepanjang masa ini, kekuatan batinnya membuatnya terus berjalan di tengah kesulitan. “Pengalaman Ini mengajari saya banyak tentang arti hidup pada umumnya agar bisa merasa bahagia dalam situasi apa pun dan tidak masalah apakah mempunyai uang atau tidak. Terkadang sesuatu tidak berjalan seperti yang direncanakan dalam hidup kita,” katanya.

UTS Insearch membantu Asyia memahami bagaimana sistem pendidikan Australia bekerja. Program ini juga menawarkan keterampilan praktisnya dalam menyampaikan dan berkomunikasi. Dia menggunakan keterampilan ini sepanjang karirnya sebagai seorang akuntan dan terutama dalam perannya saat ini sebagai manajer pelaporan keuangan untuk asuransi umum di Zurich Financial Services Australia.

"Sebagai manajer di Zurich, saya harus mewakili tim saya di depan semua anggota tim senior yang lebih berpengalaman termasuk atasan saya, Pengawas Keuangan Grup dan akhirnya CFO," katanya.

Sarannya kepada mahasiswa internasional lainnya adalah tidak perlu merasa terintimidasi karena kurang fasih dalam berbahasa Inggris atau koneksi lokal Australia yang terbatas.

“Jangan punya pola pikir seperti itu. Bersikaplah positif. Jika kesempatan itu datang, ambil tantangannya dan lakukan yang terbaik yang Anda bisa. Serta percayalah bahwa jika memang Anda terpanggil untuk melakukannya, tentu saja Anda bisa berhasil.” katanya.

Siap membuat jejak Anda?