Tanyakan sekarang

Robby Tjia dari Surabaya, Indonesia

Perancang Busana Wanita Senior di Kenzo

Robby mengingat bahwa Michelle Obama, dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang telah mengenakan gaun yang dia rancang untuk koleksi label siap pakai. "Saya seperti, 'tunggu dulu, kau berhasil!'

Keterampilan menjahit membantu Robby merancang masa depannya dalam busana

Robby Tjia telah mencentang satu prestasi dari yang lainnya sambil menavigasi masa depannya dalam dunia busana yang kompetitif.

Dari magang dengan Alexander McQueen di London untuk memenangkan penghargaan desain, studi pascasarjana S2 di Paris dan seorang desainer di Kenzo.

“Ini sangat menggembirakan,” kata dia yang berusia 33 tahun asal Indonesia dan telah menghabiskan enam tahun terakhir merancang pakaian wanita di Kenzo di Paris.Robby mengingat bahwa Michelle Obama, dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang telah mengenakan gaun yang dia rancang untuk koleksi label siap pakai. “Saya seperti, ‘tunggu dulu, kau berhasil!’

Robby mengingat bahwa Michelle Obama, dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang telah mengenakan gaun yang dia rancang untuk koleksi label siap pakai. “Saya seperti, ‘tunggu dulu, kau berhasil!’

“I almost cried by the end of the first sewing class. I went to the professor and said ‘look, I can’t sew to save my life’,” he says.

Robby diberi tahu untuk membeli mesin jahit, berlatih di rumah dan datang ke kelas satu jam lebih awal. Pada akhir tahun dia mencetak nilai tertinggi di kelasnya. “Ini adalah kisah bagus untuk saya ceritakan sekarang, tetapi pada saat itu sangat penuh tekanan,” katanya.

Jedah pertamanya adalah UTS Study Exchange ke University of Westminster di London ketika dia mendapatkan magang dengan perancang busana Inggris Alexander McQueen. “Itu sangat intens, sangat sibuk, dan saya ingin belajar segalanya. Saya sangat bersemangat untuk mulai bekerja, “katanya.

Dia memenangkan kompetisi Lancome, membawa pulang “Modern Femininity Award” untuk rancangan yang masih dia sketsa di pesawat dalam perjalanan pulang dari London dua hari sebelum batas waktu.

Robby melanjutkan studi gelar Master di Institut Français de la Mode in Paris. Di sana dia memenangkan sebuah kompetisi melawan para pelajar sekolah mode Paris lainnya dengan koleksinya, dan berada di urutan kedua dalam Gucci challenge untuk merancang tas yang ramah lingkungan.

Setelah presentasi akhir, merek mewah Perancis Balenciaga menawarinya pekerjaan. Kemudian baru 18 bulan kemudian dia bergabung dengan Kenzo, pada saat perusahaan tersebut sedang dirubah.

Robby masih memiliki aspirasi. Dia ingin berperan sebagai kepala desainer atau direktur kreatif suatu hari nanti dan suatu hari bahkan mungkin memulai bisnisnya sendiri.

Siap membuat jejak Anda?