Tanyakan sekarang

Ron Islam dari Dhaka, Bangladesh

Pendiri & CEO inveitco

Saya tidak ingin duduk 20 tahun dari sekarang dan memberitahukan cucu-cucu saya,"Kalian tahu? Saya berharap bisa melakukan itu.

Dibuat di Bangladesh: Start-up mentargetkan aplikasi di pasar pendidikan dan medis

Ron Islam pulang ke Bangladesh untuk membangun teknologi start-up, 15 tahun setelah dia mendarat di Australia untuk belajar.

Dengan rendah hati tentang prestasinya, dia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya untuk masa depan. “Saya bermimpi sangat besar,” katanya, “karena meski saya hanya meraih 50 persen, maka itu sangat bagus!”

Perusahaan Ron inveitco – yang dia dirikan bersama istrinya Shifat sebagai direktur keuangan – sudah memiliki 10 pengembang di Dhaka, ibu kota Bangladesh. Sekarang hampir meluncurkan dua aplikasi. Salah satunya, CentraMOS yang akan memungkinkan klinik swasta mengakses catatan medis. Yang kedua adalah platform berbagi informasi bagi para pelajar dan pengajar yang disebut Ednius.

Dengan populasi sekitar 160 juta orang, Bangladesh adalah sebuah pasar yang menarik, katanya. “Kedua produk tersebut berhubungan dengan pasar massal. Jika kami bisa mendapatkan daya tarik dan perhatian yang tepat, kami yakin [CentraMOS] akan menjadi kesuksesan besar bagi kami.”

Perusahaannya telah membuka kantor di Australia dan dia berencana untuk menghabiskan waktunya di antara kedua negara, dengan staf di Dhaka yang membantu para pelanggan dari Australia dengan proyek-proyek situs dan e-niaga, desain grafis dan pengembangan perangkat lunak.

Menghabiskan tahun pertamanya di Australia pada tahun 2002 di UTS Insearch, Ron mengikuti program bahasa Inggris dan diploma. Meski telah belajar membaca dan menulis dalam bahasa Inggris, dia hampir tidak melatih cara berbicaranya. “Saya masih berjuang, jujur saja,” sambil tertawa. “Saya belajar sepanjang waktu.”

Ron memilih Sarjana S1 Sains di bidang IT di UTS karena bersifat praktis dari program ini. Ini termasuk sertifikasi standar industri yang dibutuhkan untuk mengatur dan menjalankan sebuah jaringan skala perusahaan.

Dia lulus pada tahun 2005, mengajukan permohonan tinggal permanen dan dalam beberapa bulan mendapatkan pekerjaan pertamanya di Canberra melakukan pra penjualan untuk sebuah perusahaan perangkat lunak keamanan.

Dua tahun kemudian dia kembali ke Sydney untuk bekerja di sebuah perusahaan konsultasi bernama Pactera, sebuah perusahaan transformasi digital dan layanan teknologi global milik Tiongkok.

Dia bekerja di sana sampai pertengahan tahun 2016, menangani proyek untuk klien seperti British American Tobacco, Telstra, Optus, AAPT, Channel Seven dan NSW Rural Fire Service, sebelum memulai bisnisnya sendiri.

Saran Ron kepada pengusaha adalah: “Jangan menahan diri. Cobalah hal yang berbeda – dan teruslah melakukannya.”

Suatu hari, dia berharap dapat menawarkan ke beberapa kompetisi seperti Wipro dan Infosys, sebuah perusahaan layanan IT yang besar di India dan telah berhasil berkembang ke seluruh dunia.

“Saya tidak ingin duduk 20 tahun dari sekarang dan memberitahukan cucu-cucu saya,”Kalian tahu? Saya berharap bisa melakukan itu.” Saya yakin mereka akan bertanya ‘Mengapa Anda tidak melakukannya?’ Jika saya gagal sekarang, setidaknya saya tahu itu oke karena saya sudah mencobanya,” katanya.

Siap membuat jejak Anda?