Tanyakan sekarang

Su Swezin Aung dari Yangon, Myanmar

Pendiri & Penasehat SDM di Medium Myanmar

Ada kalanya Anda merasa sedih dan merasa gagal. Ketika orang lain menilai Anda, sulit untuk dapat menerimanya. Jangan berhenti disana! Terus lakukan apa yang Anda sukai dan apa yang tepat untuk Anda.

Konsultan Berusaha untuk Menaikkan Standar Praktik Manajemen SDM di Myanmar

Anda tidak harus menjadi perusahaan besar untuk berbisnis dengan perusahaan multinasional, sebagaimana Su Swezin Aung temukan pada saat dia pulang ke Myanmar pada tahun 2013 dengan gelar dari UTS dan pengalaman hampir tiga tahun bekerja dalam perekrutan di Sydney.

Dia segera mendekati perusahaan multinasional yang sedang mendirikan cabang di Myanmar sebagai klien dan perusahaan, yang baru saja membuat konsultasi manajemen sumber daya manusia miliknya sendiri dengan seorang pendiri lainnya untuk membantu perekrutan karyawan awal mereka.

Pelanggan multinasional lainnya mengikuti, mempekerjakan perusahaan Medium Myanmar milik Su untuk merekrut karyawan mereka dan menyarankan agar menyesuaikan kebijakan internasional mereka yang sesuai dengan kondisi setempat.

Kini setelah empat tahun berbisnis, perusahaannya telah memiliki jaringan bisnis yang berulang dan Su mengatakan bahwa dia lebih tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan lokal di mana mereka dapat memiliki dampak yang lebih besar. Banyak organisasi tidak memiliki praktik pengelolaan sumber daya manusia yang tepat dan memerlukan bantuan dalam segala hal mulai dari perekrutan hingga manajemen kinerja.

“Tidak ada banyak kompetisi dan sekarang kami mendapat banyak permintaan,” katanya. Klien secara teratur meminta mereka kembali untuk melakukan penilaian karyawan dan merupakan salah satu tawaran utama dari bisnis konsultasinya.

“Kami harus keras dalam beberapa kasus,” kata Su, yang meraih gelar Sarjana S1 Bisnis dari UTS pada tahun 2009 dan yang mengkhususkan diri dalam manajemen sumber daya manusia. “Kami harus memberi tahu para manajer bahwa mereka perlu memecat orang dan kami harus berusaha keras untuk diterima oleh karyawan.”

Su adalah salah satu generasi baru dari pengusaha lokal yang memberi dampak di Myanmar dimana lingkungan komersial membuka peluang baru setelah berpuluh-puluh tahun pemerintahan militer dan perencanaan ekonomi terpusat.

Keluarganya, dengan minat di industri konstruksi mulai berinvestasi di sektor hotel sekitar lima tahun yang lalu dengan sejumlah properti di area pariwisata. Tahun lalu, Su ditunjuk sebagai direktur pengatur dari satu hotel di kota kuno Bagan di Myanmar tengah.

Dia juga mempertimbangkan bisnis lainnya, mengincar peluang di pasar mode dan kecantikan. “Saya perlu lebih memahami dalam industri ini dulu,” katanya.

Semangat Su untuk saat ini adalah manajemen orang dan dia melihat beberapa inisiatif baru untuk mengembangkan bisnisnya, termasuk menawarkan layanan perekrutan ekspatriat kepada perusahaan lokal.

“Ada kekurangan pekerja terampil di Myanmar,” katanya “dan bekerja sama dengan ekspatriat yang lebih berpengalaman adalah cara yang baik untuk mendapatkan keterampilan.”

Ini adalah masalah yang dihadapi perusahaannya sendiri juga. Meskipun dia ingin berkembang, dia merasa sulit untuk menemukan konsultan dengan pengetahuan dan sesuai untuk bergabung kedalam bisnisnya.

Siap membuat jejak Anda?